Kurikulum 2013 Hanya Cocok Untuk Golongan Atas

Kurikulum baru yang nantinya akan menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini dinilai hanya sesuai untuk anak-anak yang berasal dari golongan menengah ke atas saja. Padahal salah satu maksud dari penerapan kurikulum baru ini agar metode yang muncul di sekolah internasional juga dapat dirasakan seluruh sekolah di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengatakan bahwa kurikulum baru nanti akan sulit dikembangkan pada sekolah di seluruh Indonesia. Untuk sekolah yang didominasi oleh siswa dari golongan menengah ke atas kurikulum ini masih dapat berjalan tapi tidak sebaliknya.

“Kurikulum 2013 ini hanya menguntungkan kelas sosial ekonomi menengah ke atas saja menurut saya,” kata Retno saat jumpa pers Catatan Akhir Tahun 2012 di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta, Kamis (27/12/2012).

Seperti diketahui, metode pembelajaran mengandalkan observasi ini sebenarnya sudah diterapkan di sekolah internasional yang ada di Indonesia. Tidak hanya sekolah internasional, sekolah-sekolah yang dikelola oleh perorangan atau yayasan juga sudah menggunakan metode ini dan memang hasilnya lebih baik.

Namun menurut Retno, hal tersebut dapat diaplikasikan pada sekolah semacam itu karena sumber daya tenaga pendidiknya dicukupi secara kesejahteraannya. Kemudian fasilitas untuk anak-anak selama di sekolah juga terpenuhi dan tidak pernah kekurangan.

“Nah kita sekolah biasa ini, fasilitas ya tidak selengkap mereka. Guru-gurunya kesejahteraan masih bermasalah, kualitasnya juga beragam,” ujar Retno.

“Mungkin di Jakarta masih bisa. Tapi coba di daerah pelosok. Anak-anak berangkat sekolah saja susah, fasilitasnya seadanya dan gurunya juga pas-pasan, bisa jalan nggak kira-kira,” imbuhnya.

Untuk itu, KTSP yang hendak diganti ini sebenarnya sudah sesuai dan dapat diterima karena masing-masing sekolah mengetahui kondisi lapangan sehingga metode pembelajarannya dapat dicari yang sesuai. Jika memang tidak mencapai target yang diharapkan selama enam tahun ini, maka pemerintah harusnya mengevaluasi dan membenahi bukan malah mengganti.

“KTSP sudah cocok. Hanya kalau memang guru masih tertatih bikin silabus, ya terus dilatih dan terus dibina. Saya yakin teman-teman guru bisa selama pelatihannya berkelanjutan,” tandasnya.

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: